Rahasia Tertawa Bahagia

Pixabay

Baiklah, Mimo, kucing bahagia. Silahkan dinikmati roti yang terhidang di atas meja. Silahkan pula dicicipi teh yang baru saja pula dihidangkan di atas meja. Bolehlah sekali-laki kita minum teh segelas berdua. Kapan pula aku bakal berbagi rasa manis gula dan pahit teh dengan kamu sembari ongkang-ongkang kaki dan mengetik perihal hal-hal tidak jelas tentang politik dan bumbu-bumbunya.

Silahkan Mimo. Ya begitu. Jilati bibir gelas.

Tentu. Tentu. Tentu aku bakal berbicara asal bunyi saja tentang mereka. Ya. Maksudnya juga kita yang juga ada dalam permainan game politik ini. Setidaknya ada di antara kita yang berada sebagai pion. Siap dikorbankan digaris depan. Raja ongkang-ongkang kaki di belakang. Saat kita maju dua langkah pertama, kita siap menikam-nikam jantung sendiri. Setiap langkah yang kita gerakkan pertempuran semakin dekat saja.

Mana ada yang dikorbankan skak duluan, Mimo! Enggak bisa keluar dia. Harus pion dahulu. Harus perang dahulu. Barulah kuda, benteng, rencong, yang saling serang dan saling adu. Kemudian jam berlalu. Perang makin ganas saja. Raja mati menggigil ketakutan, karena kuda, benteng, skak, rencong, siap pula menikam dari seberang.

Ha ha ha. Izinkan aku tertawa Mimo. Aku boleh juga tertawa terkencing-kencing. Kamu juga boleh. Kalau perlu sampai berak juga enggak apa-apa. Yang penting kamu jangan berak dalam celana. Itu sungguh memalukan. Maksudku enggak beradap sekali kalau kamu BAB dalam celana.

Ah, Mimo, segala alat tempur sudah dikeluarkan. Pion sudah berhasil semua dibunuh. Tinggal mereka berdua yang memainkan catur Mimo. Apakah engkau enggak tahu Mimo, betapa bahagia orang yang bermain catur berhasil melihat pertengkaran-pertengkaran pion, kuda, benteng, rencong, skak, raja yang lari ketakutan. Sebab takut dikudeta.

Mereka yang memainkan catur, Mimo. Merekalah sebenarnya yang tertawa-tawa bahagia Mimo. Mereka berteman baik, mereka berteman akrab, mereka selapik seketiduran. Mereka sembari tertawa-tawa membuatkan pertengkaran di atas bidak catur, Mimo. Setelah permainan selesai mereka bakal kembali saling traktir, saling rangkul, saling suguhkan minuman terbaik.

Apakah ini hanya semacam perasaan sensitif saja Mimo? Sungguh bukan seperti itu. Permainan dimulai karena ada kesepatakan. Kalau kesepakatan sudah bulat, barulah permainan dimulai. Bukankah itu sudah rahasia umum? Kalau begitu, sudah tentu mereka yang bermain, mereka yang sudah tertawa-tawa bahagia sebelum permainan dimulai, saat permainan berlangsung, sesudah permainan selesai.

Begitulah Mimo. Silahkan cicipi lagi rotinya. Minum tehnya.

 

November, 2018

Facebook Comments

About the author

mm
ALIZAR TANJUNG

Lelaki yang selalu merasa beken dengan jenggotnya ini, paling suka tersenyum kalau giginya tidak terlihat. Tergila-gila dengan Tuhan. Dia merasa selalu paling remaja di antara umat manusia.

Alizar Tanjung menupakan penulis di beberapa media di Indonesia. Selain itu dia adalah pakar motivasi dan konsultasi. Dia memperoleh Certified NPL for Personality Plus. Certified Hypnosist and Hypnotherapist IBH (Ch., Cht.) dari IBH.

mm By ALIZAR TANJUNG