Puisi-puisi Patricia Pawestri

Ilustrasi: Talia Bara/janang.id

———————–
nyanyi kesunyian
———————–

sunyi
terbenam dalam dadaku
seperti suara air dan bunyi jangkerik itu
melintasi malam

sunyi

//

tapi aku mendengar kehidupan yang jauh
orang yang saling menyapa
truk-truk sayur

//

suara jangkerik itu
seperti sunyi
mengalir bagai sungai kecil
di dadaku

dan ciap-ciap kecil anak ayam
seperti bunga-bunga kenikir
tumbuh dan wangi

2019

————————-
cinta dalam kenikir
————————-

dalam mekar kenikir
aku menemukan kembali
permohonan terdahulu:
cinta yang langu

dalam kenikir langu
ada yang tak tersentuh
bercahaya dan utuh

cinta di dalam kenikir
tumbuh berduyun-duyun
seperti puisi dalam sunyi

2019

———————–
lagu tidur kenikir
———————–

tidurlah, tidurlah engkau
jiwaku, tidurlah dalam sunyi yang langu
ingatlah dentang-dentang sukacita surgawi
yang menyambutmu, perlahan tutuplah mata

lalu aku melihat kembali
kenikir yang berbunga di dalam dadaku

//

tidurlah, jangan membuat tuhan cemburu
terlalu lama mengetuk pintu di balik matamu yang terbuka

2019

———————————-
doa kepada petani bunga
———————————-

aku benih bunga ingin tumbuh di tanahmu
agar tunas mudaku mendapat senyummu

aku benih yang tertiup angin bermimpi jatuh
saat kausejukkan remah berpasir dengan air

2019

——————————————————–
seperti saat menonton doremon bersama
——————————————————–

o, kau yang selembut cahaya matahari
dan semua kehangatan
bisakah kau memberitahu tentang masa depan?
bukankah kita telah sering mengintipnya
namun penglihatanmulah yang lebih terang

mencintai seperti apakah
yang mempunyai perpisahan penuh tawa
seperti saat ini, kau tertawa, dan aku juga

lalu aku ingat bioskop
kita menonton doraemon bersama
saat berpisah tidak ada tangis
seperti itulah aku ingin mencintaimu

seperti saat menonton bioskop bersama

2019

—————————
lagu tidur kuda-kuda
—————————

kuda-kuda yang berlari
pulanglah, tidurlah
nyamanlah dekat palungan
bermimpilah

bermimpi tentang
pacuan terbang
bertemu bidadara
dalam hangat kecupan

2019

————
lazarus
————

seseorang mencintai
pintu terbuka dari segala kemungkinan

dengan tubuh pendeknya
ia temukan dahan sempurna
untuk melihat keagungan anak manusia

2019

——————————-
ode untuk Umar bin Abd al-Aziz
——————————-

mulialah Umar bin Abd al-Aziz
yang membebaskan rakyatnya dari beban pajak
yang menghapuskan tekanan pada para pendeta dan uskup gereja
yang menyalurkan bantuan kesehatan pada rakyatnya serta masyarakat non Arab

mulialah Umar bin Abd al-Aziz
yang membagikan harta melimpah baitul mal untuk muslimin dan para dzimmi
yang meminjami bagi perbaikan sawah

dengan demikian
ia mengembalikan sungai yang telah kering kerontang
yang bersumber pada Muhammad, yang telah dijaga Abu Bakar dan Umar
sebelum masa yang merenggut al-Husein dan al-Hasan

2019

Facebook Comments

About the author

mm
PATRICIA PAWESTRI

Patricia Pawestri, lahir dan tinggal di Yogyakarta. Menyukai membaca, menulis, dan berdiskusi. Cerpen dan opininya pernah dimuat di Nalar Politik, dan puisinya di ideide.id. Karya tunggalnya Antologi Puisi Metafora Goodnick Griffin. Bergiat di Satupena.

mm By PATRICIA PAWESTRI