PUISI-PUISI DENIS SETIAWAN; PESAKITAN

BERADU

bangun tidur ku terus mandi

tidak lupa menggosok gigi

habis mandi ku retak cermin.

hari ini aku tidak akan kalah

tegakkan punggung, tengadahkan kepala,

beradu pandang dengan mentari.

siapakah pemenangnya?

yang maha menghinakan tertawa.

amin.

LIMA KALI

aku keji dan kotor

ragaku lumpur, jiwaku jelaga.

tempat tinggalku sepi,

terisolasi di tepi sungai.

setiap hari aku mandi, lima kali

namun kelam masih beranak pinak dalam hati.

sungguh aku malu, pada sucinya sang putri

yang daun-daunnya meringkuk pasrah

dicumbu mesra kristal-kristal salju.

sungguh aku rindu, pada sabarnya sang waktu

yang membuat awan-awan di sepertiga malam beku

dan tak lagi buru-buru memburu nafasku.

aku ingin pulang,

bersama para yang tersayang

meninggalkan segala bayang

kembali ke rumah, di pelukanmu

sambil menatap indahnya parasmu

yang mengalahkan segala orgasme.

amin.

RUANG

semangkuk opor ayam tumpah di atas meja makan, siang tadi

seekor kecoa mabuk kamper sampaimuntah di kamar mandi.

di ruang tamu, sebuah asbak diguyur abu, tergeletak di lantai,

ditemani sofa rombeng, korban cupangan bara-bara sunyi.

semua sudah tersusun rapi di musala, sebulan ini

debu-debu erat menjilati kitab suci,

sajadah-sajadah meringkuk diinjak sepi,

hingga tetes-tetes penyesalan tak lagi murni.

di musim hujan kali ini, ada seorang laki-laki

telungkup di ranjang es, berserah diri mandi gulali,

sementara semut-semut pekerja sibuk berbaris masuk

ke lubang-lubang telinganya yang buduk.

meskipun sudah menutup matanya, dan mengunci lidahnya,

kemudianmenyembunyikan pikirannya,

lalu membantai jiwanya, namun tetap saja ia

terlelap dalam mimpi-mimpi hatinya.

amin.

PESAKITAN

di hari ini, bulan silam.

wajah peraknya hanya dilirik

ketika batin disapa sepi malam,

wajah merahnya hanya ditatap

ketika insan diraba romantika,

wajah birunya hanya dipandang

ketika jiwa dikutuk pengkhianatan,

punggungnya, tak pernah ia tunjukkan

pada gendam nafsu, darah, dan cinta.

ia tungkup muka dan berdoa:

semoga jangkrik di semesta menjadi bisu

agar lelap mimpi para arwah semakin manis.

semoga serigala di semesta menjadi buta

agar tak ada lagi lolongan rindu pesakitan.

lalu, matahari diam-diam menusuknya dari belakang

momen yang tepat untuk mengorbankan segalanya.

di hari ini bulan penuh,

tapi hilang.

amin.

MIMPIMU

ketika hujan mengetuk lembut jendela kamarmu,

ada pelangi yang terbit di kedua ujung kelopak matamu,

perlahan mereka menetes, mengecup rona ranum pipimu.

para nyamuk masih asik bisik-bisik riang

menyanyikan nada-nada monoton

di lubang-lubang kupingmu yang kelam.

sang cicak terlelap, setia menempel di langit-langit,

terbuai oleh hangatnya cahaya palsu

yang terus menyala dari kemarin pagi.

tirai kamarmu masih tertutup rapat,

debu-debu kenangan menodainya dengan erat.

kamu pun akhirnya lupa apa itu waktu.

tiba-tiba kamu ingat mimpimu semalam:

padang pasir yang membentang luas,

memeluk cakrawala rindu.

tidak ada kaktus. tidak ada oase.

yang ada cuma angin fatamorgana

bermain petak umpat di antara selaput otakmu.

malam ini kasurmu tidak sendirian,

guling dan bantal setia menemaninya,

semua tersusun rapi dan dingin.

sedangkan lantaimu sudah terlanjur basah.

amin.

Facebook Comments

About the author

mm
DENIS SETIAWAN

Denis Setiawan, sebuah mesin biologis yang terjebak di Ibukota. Selalu efektif mengubah oksigen menjadi karbondioksida, makanan menjadi feses, dan minuman menjadi air seni. Sesekali menulis puisi di blog pribadinya https://dongengdenis.blogspot.com/.

mm By DENIS SETIAWAN