Pengaruh Menghafal Alquran terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

Ilustrasi: Ai Sahidah/ janang.id

    Saat proses pembelajaran/perkuliahan, dalam memecahkan soal-soal atau pertanyaan yang diberikan oleh guru/dosen tentu dibutuhkan proses berpikir yang analisis dan mendalam. Dengan berpikir secara kritis, kita akan dengan mudah memahami dan menganalisa persoalan tersebut. Menurut taksonomi Bloom yang telah direvisi, proses kemampuan berpikir tingkat tinggi meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa aktivitas ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi.

        Ada dua unsur penting untuk meningkatkan kecerdasan berpikir, yaitu penginderaan yang cermat dan rinci serta pengumpulan informasi yang benar terhadap objek tersebut. Kecerdasan berpikir sangat tergantung pada intensitas proses berpikir yang dilakukan selama proses belajar. Proses berpikir terjadi apabila terjadinya pengaitan antara objek yang di indera dengan informasi/ilmu yang telah dimiliki sebelumnya tentang objek tersebut. Apabila terjadi pengaitan yang benar dan tepat antara objek yang diindera dan informasi yang benar dan tepat tentang objek tersebut, maka lahirlah sebuah pemikiran/ilmu/teori yang benar tentang objek tersebut, sebagai hasil dari proses berpikir (Spektra, 2018). Jadi, jika kita paham dengan apa yang ingin dianalisa maka akan memudahkan kita menyampaikannya kepada orang lain.

          Namun kebanyakan dari kita sangat jarang untuk melatih berpikir tingkat tinggi. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk melatih berpikir tingkat tinggi, salah satunya aktivitas menghafal Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an merupakan fardu kifayah bagi kita umat muslim. Banyak manfaat yang akan kita dapatkan dari menghafal Al-Qur’an, namun masih ada sebagian dari kita yang malas untuk menghafalkannya. Padahal menghafalkannya tidak sesulit seperti yang kita pikirkan, lakukan cara yang menurut kita mudah untuk dilakukan. Jika kita bersungguh-sungguh dan sabar maka akan semakin memudahkan kita menghafal dan mengingatnya. 

       Selama proses menghafal Al-Qur’an, kita pasti terbiasa mendengarkan setiap  ayat-ayat agar memudahkan kita untuk mengingat dan mengulang dengan fasih ayat-ayat tersebut. Ini memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat sensitivitas pendengaran. Apabila kita sudah terlatih sensitif mendengar, maka kita akan mudah dan cepat memahami secara benar dan cermat pelajaran/materi yang disampaikan oleh guru/dosen. Selain itu, proses menghafal Al-Qur’an ini juga dapat melatih tingkat konsentrasi kita. Semakin banyak ayat-ayat yang dihafal, maka semakin tinggi pula tingkat konsentrasi kita. Jika kita terlatih untuk berkonsentrasi, saat materi/pelajaran yang disampaikan oleh guru/dosen pun akan dengan mudah kita pahami dan analisis sehingga kita bisa menyelesaikan persoalan-persoalan secara kritis dan mendalam dengan berpikir tingkat tinggi.

Facebook Comments

About the author

mm
SYIFA AULIA HARISKA

Syifa Aulia Hariska, mahasiwi UIN Imam Bonjol, Padang

mm By SYIFA AULIA HARISKA