NOVEL POPULER CEPAT LAKU

Tribun Style

Mengapa novel populer cepat laku? Sebab, di mata pelapak buku online, novel populer lah yang lebih cepat laku ketimbang buku lainnya. Maka, tak jarang, jika novel populer diterbitkan, banyak pelapak online yang menjadi reseller novel tersebut.

Tak jarang, para pelapak online ini bahkan membeli ‘novel yang akan dijualnya kembali ini’ dengan jumlah yang banyak. Berbagai cara dilakukan, salah satunya adalah dengan buku bonus tanda tangan si penulis. Atau aksesoris pemanis buku, macam cd atau mainan kunci, kadang juga gelang.

Yang namanya jualan, tentu si pelapak online kita tak mau dirugikan. Bahkan jauh sebelum novel populer itu ada, si pelapak sudah banyak posting-posting tentang novel itu. Kita kenal itu dengan istilah pra-pesan (pre order).

Tak jarang pula, karena postingan kurang maksimal, novel-novel populer tersebut menumpuk di beberapa pelapak. Tentu, bagaimana pun, novel populer itu harus habis. Makanya, postingan kembali digencarkan. Alhasil, novel populer tersebut tetap mendapat ‘iklan gratis’ dari berbagai pelapak online. Semakin banyak yang menjual novel itu, terasa semakin gencarlah iklannya.

Tiap hari para pelapak mengupdate lapaknya, tentu, satu-dua orang bisa tergoda juga akhirnya. Lebih-lebih jika cara melapaknya keren. Orang-orang yang awalnya tidak berminat, bisa saja berminat membelinya.

Postingan yang gencar dari berbagai pelapak online itu tentu menguntungkan penulis novel populer. Dia tak terlalu repot lagi untuk ‘branding’ diri mereka (sudah dibantu para pelapak).

Yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa kemungkinan novel populer itu bisa cepat dapat gelar ‘bestseller’ adalah karena mungkin (ini masih mungkin lho, ya) sudah habis dibeli oleh pelapak online untuk kemudian dijual kembali. Dia sudah banyak habis terjual, bahkan sebelum sampai kepada pembaca.

 

Saya tidak ada masalah dengan penulis novel populer, siapa pun boleh menulis apa saja, selagi dia bisa mempertanggungjawabkan apa yang dia tulis. Saya bahkan ingin mengoleksi seluruh novel populer, meski tidak ingin betul membaca semuanya.

Konon, novel-novel populer jaman dulu, masih enak-enak dibaca.

Novel Sastra

Cuma sedikit pelapak yang konsisten jual buku (terutama novel) sastra. Gunawan Tri Atmodjo dan Jualbukusastra Jbs Indrian yang digawangi Indrian Koto yang rutin jualan ‘tiap hari’ di facebook milik mereka adalah 2 orang dari yang sedikit itu. Saya sengaja memberi tanda kutip pada kata tiap hari, karena nyatanya, memang tidak tiap hari.

Keseriusan mereka, tidak dibarengi oleh para pelapak lain yang, bahkan jualan hanya ketika bosan membaca, atau lagi ‘sulit uang’ belaka. Alhasil, buku sastra yang mereka jual pun hilang ditelan beranda.

Novel sastra dan novel populer sejatinya adalah pilihan. Meski dulu, Nh. Dini pernah marah-marah soal ramainya novel populer, sampai kapan pun tetap kita temukan juga. Berdamailah dengan itu(*)

Facebook Comments

About the author

mm
MAULIDAN RAHMAN SIREGAR

MAULIDAN RAHMAN SIREGAR, lahir di Padang, 03 Februari 1991. Penyair bukan, cerpenis tidak, tapi pengen. Buku puisinya, Tuhan Tidak Tidur atas Doa Hamba-Nya yang Begadang (Erka Publishing; 2018), Menyembah Lampu Jalan (Purata Utama; 2019)

mm By MAULIDAN RAHMAN SIREGAR