NAN TUMPAH DI MINGGU MALAM YANG ROMANTIS

Sebait Malam Minggu dan Gadis Berpusaka Kesumat, garapan komposer Tenku Raja Genesha menutup Pekan Nan Tumpah 2019, Minggu, 24 November. Kita diajak bertemu kembali pada Pekan Nan Tumpah 2021. Sebagaimana lazimnya program ini memang dirancang untuk biennale. Pertama kali dilaksanakan pada 2011.

Sembilan lagu dari garapan puisi para penyair hebat alias juga langkah ini dipertunjukkan kepada para penonton di ruangan Mursal Esten FBS UNP Padang. Sebait Malam Minggu karya Karta Kusumah; Cappucino karya Karta Kusumah; Gadis Berpusaka Kesumat karya Yunisa Dwiranda; Musim-musim Burung karya Irmansyah; Di Mata Bulan karya Mohammad Isa Gautama; Pesan dari Banda karya Ferlita Rahman; Aku Ingin karya Leon Agusta; Perempuan-perempuan Perkasa karya Hartojo Andangjaja; dan Lembah Anai karya Syarifuddin Arifin.

Desi Fitriana sang vokalis membawa lagu-lagu ini dengan apik. Tenku Raja Genesha sang komposer saat manggung, beberapa kali mengganti gaya rambut; pertama mengenakan topi; setelahnya rambut dikucil; selanjutnya rambut bergerai, juga menunjukkan skil yang mumpuni sebagai seorang pemusik. Karta kusumah si pemain perkusi menunjukkan kebolehan menjadi perkusi sebagai anak kandung. Gendangan yang berirama memberikan nuansa panggung menjadi sangat hidup. Kolaborasi Razi Rahman si pemain gitar dan bas, Syukri Ananda sipemain perkusi II, Dedi Kurnia si pemain Violen menunjukkan kebolehan sebagai sebuah tim.

Cappucino dan Lembah Anai memberikan kesan yang sangat berbeda di antara lagu-lagu lainnya. Vokalis berhasil menyihir penonton pada lagu Cappucino. Sentuhan yang lembut, sekaligus romantis, sedikit manja berkesan dengan sangat baik pada lagu. Sedangkan pada lagu Lembah Anai ketenangan, kebahagiaan, semangat hidup, gairah, dapat dirasakan dengan baik saat lagu dinyanyikan dan alat musik mengiringi.

Artistik panggung juga dilakukan dengan sangat apik. Nuansa alam pegunungan terasa sangat kentara. Tenda yang berdiri di sisi kiri dan kanan panggung, tungku perapian yang ditata di tengah panggung, rerumputan yang menjalari dinding panggung dan lantai, menunjukkan dengan sangat baik bahwa lagu ini sedang dibawakan jauh di tempat yang sepi lagi tenang, terhindar dari segala kebisingan dunia luar. Sungguh ini pertunjukan musikal yang sangat layak untuk dipertunjukkan kepada para penonton. Buktinya meski hujan lebat para penonton tetap ramai yang berdatangan.

Catatan kecil penulis untuk sebuah pertunjukan besar ini, terletak pada komposisi pembawaan lagu. Durasi yang cukup panjang membutuhkan permainan ritme pada susunan lagu. Keseluruhan lagu ini sangat bagus dan indah, hanya permainan ritme yang kurang tepat pada pertengahan pertunjukan, penonton sedikit merasakan kelelahan mengikuti alur lagi yang dibawakan. Kelelahan ini terobati dengan Cappucino dan Lembah Anai yang memunculkan energi dan semangat yang berbeda. Sampai jumpa Pekan Nan Tumpah 2021.

ALIZAR TANJUNG

Padang, 25/11/2019

Facebook Comments

About the author

mm
ALIZAR TANJUNG

Lelaki yang selalu merasa beken dengan jenggotnya ini, paling suka tersenyum kalau giginya tidak terlihat. Tergila-gila dengan Tuhan. Dia merasa selalu paling remaja di antara umat manusia.

Alizar Tanjung menupakan penulis di beberapa media di Indonesia. Selain itu dia adalah pakar motivasi dan konsultasi. Dia memperoleh Certified NPL for Personality Plus. Certified Hypnosist and Hypnotherapist IBH (Ch., Cht.) dari IBH.

mm By ALIZAR TANJUNG