MUSIK INDONESIA, 2019

2019, sebagai tahun yang berat berakhir sebentar lagi, apa saja yang ada di kancah musik Nasional? Pertanyaan itu menggelitik saya, dan sialnya, akan saya selesaikan sendiri.

Folk indonesia diguncang kenyamanannya lewat satu track milik Project Hambalang, lagu Senja Tai Anjing tersebut dianggap sebagai lawan lagu-lagu senja, kopi, dan lirik-lirik puitis. Ramai-ramai, lagu tersebut dijadikan sebagai simbol perlawanan. Sekitar sebulan lagu itu bertahan, hingga akhirnya publik musik kembali adem, seakan tersadar kembali.

Figura Renata, Rasukma, Garamerica, Amigdala, Firaka, dan sederet band lain kembali masuk lagi ke telinga publik musik. Nuansa adem hadir kembali. Band-band adem seperti ini pun juga wara-wiri di berbagai panggung.

Rasanya, pada tahun ini juga, musisi-musisi solo, mulai dilirik. Nadin Amizah, Danilla, Sal Priadi, Pamungkas, Kunto Aji, dan Tulus menemukan pasarnya. Di berbagai aplikasi pemutar musik, lagu-lagu mereka diputar jutaan kali.

Menjadi kebanggan tersendiri, pasar musik dunia juga disumbangkan beberapa musisi asal Indonesia, melalui tembang-tembang mereka yang diproduksi di luar sana, atau melalui lagu-lagu Indonesia yang dicover musisi luar negri.

Koplo naik kelas? Rasanya tidak untuk tahun ini. Fenomena koplo sebenarnya sudah berlangsung jauh hari. Warnanya saja yang sedikit berbeda. Tahun ini, koplo diantarkan oleh musisi-musisi muda, dengan mengemas lagu-lagu yang dekat dengan anak muda juga. Bedanya cuma di situ. Feel Koplo, Prontaxan, putto, The Megahits, Psycoplo, dan sederet akun youtube lainnya tidak begitu mengagetkan saya.

Sebagai salah satu media yang menampilkan musik juga, youtube memang media yang pesat perkembangannya. Orang-orang seakan berlomba-lomba bikin cover lagu dan menguploadnya ke sana. Fenomena yang sempat heboh tahun lalu, bertambah heboh tahun ini. Di mana, beberapa musisi tahun lalu merasa tidak enak hati dicover lagunya, tahun ini, tidak dapat berbuat banyak. Felix, Adlani Rambe, Nufi Wardhana, Tami Aulia, dan temen-temen lainnya. Tak jarang, lagu coveran mereka di youtube, jadi semacam mixtape lagi, bahkan hingga 4 jam!

Spotify merusak itu semua melalui playlist Indonesia Top 50. Shawn Mendes, Maroon 5, Jeremy Zucker, HONNE, Selena Gomez, Ed Sheeran, Alan Walker, serta nama-nama lain ikut merebut pasar musik indonesia.

Musik-musik sepi peminat seperti post-rock, shoegaze, makin indie saja, dan tetap bertahan tanpa pemberitaan berarti. Hanya band bergenre indiepop yang baru dilirik, meski di ruang yang berskala kecil.

Mari kita nantikan kejutan apa yang terjadi di 2020 nanti.

Facebook Comments

About the author

mm
janang.ID
mm By janang.ID