#MenolakLupa

JANANG.ID-04/12/2019—Lupa adalah gagalnya system memori mengeluarkan suatu ingatan yang sudah kita terima sebelumnya. Lupa terjadi karena manusia memiliki kapasitas memori atau ingatan yang terbatas. Itulah sebabnya manusia tidak dapat mengingat semua kejadian yang dialaminya. Beberapa memori akan ditekan oleh memori lain yang baru masuk dan akan hilang jika memori itu tidak dikeluarkan lagi atau diingat kembali.

Lupa bukan pertanda otak Anda sedang mengalami gangguan. Faktanya, menghilangkan jejak berbagai detail kecil secara aktif, adalah hal baik yang dilakukan otak.

“Tadi tugas apa sih yang dikasih ibuk?”, “Pagi ini ada tugas yang dikumpul ya?”, “Dia siapa sih? Kek pernah liat”, “Kak, ada liat penggaris aku di mana ga?”, “Duh, aku lupa”, dan berbagai kata maupun kalimat yang melambangkan kejadian lupa.

Ketika mau berangkat kuliah saya sering lupa di mana letak kunci motor, saya juga pernah lupa membawa tugas yang akan dikumpulkan hari itu. Teman SMA saya sering lupa nama teman sekelasnya. Bunda saya sering lupa di mana letak dompetnya, begitupun Ayah saya juga sering lupa membawa handphone dan dompetnya ketika akan berangkat kerja. Adik saya pernah lupa membawa topi untuk upacara pada Senin. Kakak saya pun pernah lupa membawa bekalnya karena sudah terlambat berangkat kerja.

Manusia identik dengan sifat lupanya. Lupa tidak hanya terjadi pada orang dewasa atau pada lansia, tetapi juga pada remaja atau anak-anak.

“Kami menemukan banyak bukti dari riset terbaru bahwa ada beberapa mekanisme yang mendorong hilangnya ingatan, dan bahwa mekanisme ini berbeda dengan yang terlibat dalam proses penyimpanan informasi,” jelas ilmuwan saraf dan kesehatan mental senior di The Hospital for Sick Children.

Menurut Paul Frankland dari University of Toronto, neuron-neuron baru dalam hippocampus –bagian otak yang bertanggungjawab atas ingatan— mendorong otak untuk menghapus ingatan lama dan menggantinya dengan yang baru. Kejadian ini mirip ketika kita menumpuk lipatan baju yang ada di dalam lemari. Baju yang jarang kita gunakan akan kita letakkan pada bagian belakang, dan baju yang sering kita gunakan akan kita letakkan pada bagian depan.

Sifat lupa menjadi anugerah bagi manusia. Ketika manusia memikirkan satuobjek, maka di saat itu pula objek-objek lain dilupakan. Jika saja dalam satu waktu seluruh objek yang pernah dilihat tetap diingat dalam waktu yang bersamaan, maka tentulah manusia akan mengalami kesulitan dalam berpikir dan bertindak. Di sisi lain, lupa juga menjadi sifat negatif yang dapat mendatangkan berbagai persoalan dan menghambat kita untuk bertindak.

Al-Qur’an menyinggung beberapa kali tentang lupa. Muhammad Utsman Najati (Muhammad UtsmanNajati, 2005: 338-341) merumuskan tiga makna lupa, yaitu:

Pertama, lupa yang terjadi pada benak mengenai berbagai peristiwa, nama seseorang, dan informasi yang diperoleh seseorang sebelumnya, seperti firman-Nya dalamsurat Al-A’la/87: 6.

Kedua, lupa yang mengandung makna lalai. Makna kedua ini bias dicontohkan dengan seseorang meninggalkan sesuatu di suatu tempat. Atau ia hendak berbincang-bincang dengan seseorang tentang berbagai hal, namun ia hanya ingat sebagiannya dan lupa sebagian lainnya, dan baru ingat kemudiannya. Sebagai contoh, ialah kisah tentang murid Musa as (Qs. Al-Kahfi/18: 63).

Ketiga, lupa dengan pengertian hilangnya perhatian terhadap sesuatu hal, seperti tersirat dalam surat At-Taubah/9: 67 (Ibid., h. 336).

Banyak hal mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya lupa. Salah satunya dengan mencatat hal-hal yang menurut kita penting untuk diingat. Misalnya tugas yang diberikan guru atau dosen, informasi penting yang baru didapat, mencatat beberapa janji yang akan kita lakukan. Dengan mencatat dua alat indra dapat bekerja sekaligus yaitu mata dan telinga, sehingga informasi tersebut dapat melekat pada memori.

Seperti kata Confusius seorang pemikir dan social filsufdari China, “I hear and I forget, I see and I remember, I do and I understand”.

Selain mencatat, makanan dan minuman juga dapat mencegah terjadinya lupa. Air putih memiliki banyak manfaat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dengan meminum air putih yang cukup setiap hari tubuh akan sehat karena peredaran darah ke seluruh organ yang lancar. Hindari makan-makanan model junk food, tinggi lemak dan tinggi kolesterol yang dapat menghambat aliran darah. Perbanyaklah makan buah-buahan yang kaya akan vitamin, mineral, kalsium, fosfor, dll seperti buah apel, buah jeruk, buah bit, dsb.

Sayuran seperti kubis, kembang kol dan brokoli memiliki banyak nutrisi dan vitamin, yang berperan untuk kesehatan organ otak, agar kemampuan berpikir tidak mengalami gangguan (alias pikun). Cabai mengandung capsaicin, yang bekerja untuk membuat saraf-saraf dalam tubuh, termasuk saraf otak menjadi lebih tenang dan meningkatkan produksi hormone endorfin yang bermanfaat untuk menjaga kemampuan konsentrasi.

Kandungan choline mampu meningkatkan daya ingat dan daya pikir. Hati ayam, kedelai, dan telur memiliki choline yang cukup tinggi. Dengan mengkosumsi makanan tersebut secara teratur (tidakberlebihan), bermanfaat untuk meningkatkan daya pikir.

Tidur teratur juga perlu dilakukan selain untuk tubuh dan organ lainnya. Setelah seharian penuh kita beraktivitas menggunakan tubuh yang terdiri dari berbagai macam organ, saraf, sel, dan jaringan, berhenti sejenak untuk beristirahat sangatlah dibutuhkan tubuh. Karena dapat membantu otak dan organ tubuh lainnya tidak bekerja terlalu keras seperti saat digunakan. Dan setelah beristirahat, otak dan organ tubuh menjadi lebih segar.

Untuk menjaga agar sistem otak tetap bekerja dengan baik mulailah untuk melakukan hidup sehat dari sekarang. Walaupun lupa itu manusiawi, setidaknya kita dapat mengurangi kelupaan itu dengan menyadarkan diri bahwa keseringan lupa membuat kita menjadi tidak tahu apa-apa.

Facebook Comments

About the author

mm
AYURA MELYANI

AYURA MELYANI, mahasiswa semester 3 dari jurusan Psikologi Islam UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat.

mm By AYURA MELYANI