MAKNA NAMA

UNSPLASH.COM
UNSPLASH.COM

Koran Jawa Pos Edisi Sabtu 28 April 2018, telah memuat berita tentang bar berusia 30 tahun yang bernama Walk Her Inn, Drag Her Out (Ajak Dia Masuk, Seret Dia Keluar), di Milwaukee, Amerika Serikat (AS). Nama bar tersebut dianggap sangat menyinggung, seolah mendorong orang melakukan kekerasan seksual kepada wanita.

Sehubungan dengan pemberitaan tentang nama bar tersebut oleh koran Jawa Pos, sedikit mengingat fenomena di waktu lalu tentang nama – nama orang yang juga sempat menjadi buah bibir dan sorotan publik.

Adalah seorang warga Dusun Krajan Rt. 01 Rw. 02 Desa Kluncing Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, lahir pada tanggal 30 Juni 1973 yang mempunyai nama Tuhan ( sesuai dengan yang tertera di KTP milik si empunya nama Tuhan ). Nama seseorang yang sama dengan Sang Khalik yang menciptakan semua makhluk di bumi ini. Pemilik nama Tuhan ini baru menyadari kalau namanya menjadi bahan perbincangan banyak orang. Nama yang merupakan pemberian dari kedua orang tuanya sejak lahir itu tidak menjadi beban atau masalah bagi Tuhan, yang menurut pengakuan kedua orang tuanya memberikan nama Tuhan setelah mendapat masukan dari seorang pemuka agama.

Oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Agil Siradj, Tuhan disarankan mengubah namanya karena menurut Said Agil Siradj, tidak etis saat diucapkan dan didengarkan walaupun Tuhan tidak melanggar hukum Islam karena nama yang dimilikinya.

Nama lain yang juga menjadi sorotan publik adalah nama “Nabi” yang mempunyai nama lengkap Lalu Risau Setara Nabi, putra Lalu Parmanegara seorang konsultan kebudayaan asal Lombok. Lalu Parmanegara yang sempat mendapat protes dari kedua orang tuanya karena menamakan anaknya dengan nama Nabi ini, tetap memberikan nama Nabi untuk anaknya tersebut. Lalu Parmanegara memberikan nama Nabi untuk anaknya dengan alasan adanya kerisauan yang ia alami setara dengan kerisauan Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya. Jadilah Nabi menjadi nama panggilan untuk anaknya.

Menyusul nama yang kontroversial lainnya adalah nama Saiton, seorang guru di Palembang. Nama Saiton diberikan oleh kedua orang tuanya dengan harapan agar tidak gampang sakit dan meninggal di usia belia seperti kakak – kakaknya.

Nama Tuhan, Nabi dan Saiton adalah nama – nama yang diberikan oleh masing -masing kedua orang tuanya dengan alasan atau maksud dan tujuan yang baik. Tidak mungkin orang tua memberikan nama untuk nama anak – anak mereka dengan maksud dan tujuan yang buruk untuk kehidupan anak. Tuhan, Nabi dan Saiton ketika lahir di dunia ini, tidak pernah tahu dan tidak menginginkan diberikan nama tersebut oleh orang tuanya. Yang pasti dalam sebuah nama yang diberikan oleh orang tua kepada anak – anaknya adalah adanya harapan agar anaknya menjadi anak yang berbudi pekerti luhur baik perilaku maupun tutur katanya.

Adanya nama – nama lain yang terdengar aneh juga sering kita jumpai di tengah masyarakat. Seperti nama seseorang di Jawa entah itu nama asli seperti yang tertera di KTP atau hanya sekedar nama panggilan seperti nama Paing, Kliwon, Wage, Seger atau Cikrak adalah nama yang diberikan oleh orang tuanya dengan mempunyai maksud dan alasan tertentu. Misalnya untuk mudah mengingat dengan weton / pasaran kelahiran anak dengan memberikan nama “Paing”, “Kliwon” atau “Wage”.Weton / pasaran kelahiran seseorang ini biasanya tercantum dalam kalender umum. Atau pemberian nama anak oleh orang tua dengan maksud tertentu seperti adanya harapan dari orang tua agar anak mereka selalu dalam keadaan sehat dan bugar, adalah dengan memberikan nama “Seger” ( yang artinya segar ). Mungkin juga orang tua yang menginginkan agar anaknya selalu hidup dengan memperhatikan kebersihan diri dan lingkungannya sehingga memberikan nama “Cikrak” ( yang artinya tempat untuk menampung kotoran atau sampah ) untuk anak mereka.

“Apalah Arti Sebuah Nama”, demikian sebuah ungkapan yang dikemukakan oleh  William Shakespeare, seorang sastrawan asal Inggris yang hidup pada abad ke 16. Di mana ungkapan aslinya adalah “ What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet ( Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi)”. Ungkapan William Shakespeare ini bisa diartikan bahwa bunga mawar akan tetap harum walaupun diganti dengan nama yang lainnya.

Lalu, seberapa pentingkah ketika memberikan sebuah nama?

Ungkapan dari William Shakespeare tersebut tidak keliru dan tidak mempersoalkan arti penting sebuah nama. Namun di zaman sekarang ini ungkapan “Apalah Arti Sebuah Nama” sepertinya bisa dijadikan bahan pertimbangan ulang oleh para orang tua untuk memberikan nama – nama yang baik dan indah kepada anak – anaknya. Bagaimanapun nama itu adalah kata yang mempunyai pengaruh yang besar dan paling sering diucapkan untuk memanggil anak.

Adalah hak orang tua untuk memberikan nama untuk anak – anak mereka. Tidak ada peraturan yang mengatur dan menghukum orang yang menurut publik mempunyai nama yang aneh atau menindak orang yang dalam memberikan nama untuk seorang anak mengandung arti aneh dan nyeleneh. Namun seyogianya perlu untuk dipertimbangkan saat memberikan nama untuk anak adalah nama yang mengandung kebaikan, doa dan harapan orang tua kepada anak.

Facebook Comments

About the author

mm
LINDA MUSTIKA HARTIWI

Linda Mustika Hartiwi, Karya berupa buku Kumpulan Cerpen dan Puisi “Wanita Bayangan” (CV. Alif Gemilang Pressindo / 2013). Beberapa karya puisi dan kisah True Story tergabung dalam Buku Antologi Puisi / Trus Story. Naskah tulisan berupa Opini dimuat di koran dan majalah cetak / online ).

mm By LINDA MUSTIKA HARTIWI