INOVASI MODEL PEMBELAJARAN FLOWER FESTIVAL PADA TEKS BERITA

unsplash.com

Pembelajaran adalah sebuah cara untuk membentuk siswa belajar.  Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya dituntut untuk belajar memahami materi di kelas tetapi siswa  dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang aktif berarti yang memerlukan keaktifan seluruh siswa dan guru secara fisik, mental, emosional, bahkan moral, dan spiritual. Guru harus menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, membangun gagasan, dan melakukan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung, sehingga belajar merupakan proses aktif siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri.

Pembelajaran untuk siswa yang diciptakan oleh guru, tidak hanya aktif saja,  tetapi pembelajaran yang dibentuk harus bersifat dua arah antara guru dan siswa. Hal tersebut disebabkan pembelajaran yang bersifat searah sangat mudah untuk dilupakan oleh siswa. Tentunya, hal ini berbeda dengan pembelajaran yang memberikan sebuah pengalaman bagi siswa ikut membangun sebuah konsep pengetahuan. Siswa diajak untuk membangun sebuah konsep dari pengalaman-pengalaman yang pernah dialami siswa kehidupan sehari-hari.

Siswa dapat membangun gagasan dan pengetahuannya sendiri, juga didukung dengan pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat dinikmati siswa. Siswa merasa nyaman, aman, dan asyik. Perasaaan yang mengasyikkan mengandung unsur inner motivation, yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya mencari tahu sesuatu. 

Keingintahuan dan motivasi siswa dapat ditumbuhkan dalam proses pembelajaran di kelas. Dalam proses pembelajaran terdapat model pembelajaran yang digunakan guru untuk membagun suasana pembelajaran. Model pembelajaran memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebagai guru atau calon guru harus dapat mengembangkan inovasi baru model pembelajaran. Model pembelajaran yang akan dikembangkan dalam hal ini berkaitan dengan teks berita, yakni FLOWER  FESTIVAL.  FESTIVAL adalah sebuah inovasi model pembelajaran yang mengaitkan pembelajaran berbasis perlombaan karya teks berita yang diselenggarakan atau diaplikasikan setelah semua kompetensi dasar menulis teks berita telah dilaksanakan sehingga model tersebut diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran yang sesuai kompetesi dan tujuan pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan dan dapat menambah pengalaman bagi siswa  dan guru. Penjelasan lebih rinci mengenai inovasi model pembelajaran yang dikembangkan.

Model pembelajaran Flower Festival merupakan model pembelajaran pada teks berita. Model FLOWER FESTIVAL adalah sebuah inovasi model pembelajaran berupa tahapan yang mengaitkan pembelajaran berbasis perlombaan karya teks berita yang diselenggarakan atau diaplikasikan setelah semua kompetensi dasar menulis teks berita telah dilaksanakan sehingga model tersebut diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran yang sesuai kompetesi dan bertujuan agar pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan dapat menambah pengalaman bagi siswa  dan guru.  Flower Festival merupakan bentuk akronim dari Fokus, Lihat, Olah Fakta, Wacanakan,  Efektifkan, Revisi) Festival. Secara umum, akronim nama model pembelajaran tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

            Fokus. Fokus berarti memusatkan sesuatu pada objek tertentu. Fokus dalam model pembelajaran ini, menuntun siswa untuk fokus pada objek yang akan diamati, misalnya objek langsung, gambar, video, teks, dan lain-lainnya. Siswa diharapkan sebelum fokus menenangkan diri atau rileks agar fokus yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai tujuan.

            Lihat. Lihat atau melihat berarti memafaatkan alat indra yaitu mata untuk memandang atau memperhatikan objek tertentu. Objek yang dipandang atau diperhatikan harus sesuai dengan titik fokus yang diharapkan. Dalam model pembelajaran ini lihat atau melihat berarti mengajak siswa untuk melihat lebih cermat objek yang akan diamati.

            Olah fakta berarti menghimpun data dari apa yang dilihat berdasarkan fakta yang akan diolah untuk dijadikan sebuah teks berita. Olah fakta dalam model pembelajaran ini dapat dikatakan juga mengajak siswa untuk menemukan hal-hal yang menarik atau penting dari objek yang akan diamati.

            Wacanakan berarti membentuk satuan bahasa terlengkap yg direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah. Dalam tahap ini, kegiatan siswa menuangkan ide, gagasan, atau pikiran dalam bentuk tulisan berdasarkan hal-hal yang ditemukan dari objek yang telah diamati. Kemudian siswa diarahkan untuk latihan penalaran, isi struktur, dan kaidah bahasa dalam teks berita. Gagasan, ide, dan pikiran siswa yang diperoleh, dituangkan dalam bentuk yang lebih kompleks menjadi sebuah teks berita.

            Efektifkan berarti menyunting atau menguatkan teks berita yang sebelumnya telah ditulis oleh siswa. Siswa yang menulis teks berita berdasarkan hasil olah fakta di atas perlu menyunting atau menguatkan kembali teks tersebut, agar teks yang disusun menjadi teks yang mencerminkan struktur, isi, dan kaidah bahasa dari teks berita.

            Revisi berarti peninjauan (pemeriksaan) kembali untuk perbaikan. Revisi dalam model pembelajaran ini diarahkan pada siswa yang telah menyusun teks berita untuk memperbarui teks yang telah disunting.

Facebook Comments

About the author

mm
ANDIKA BAGUS SETYAWAN

ANDIKA BAGUS SETYWAN, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang

mm By ANDIKA BAGUS SETYAWAN