CategoryCerita Pendek

TEMAN LAMA NEZANDI YANG MENJADI PENULIS TERKENAL

Nezandi dan Roy Candro bertemu kembali setelah sekian tahun dalam suatu acara reuni. Mereka adalah teman satu SMA, bahkan sempat sekelas dan satu tempat duduk. Saling bertanya kabar, bernostalgia, menertawakan kekonyolan-kekonyolan masa silam. Tidak ada yang aneh pada percakapan keduanya; tidak ada yang aneh pada diri Roy Candro—ia masih “sekocak dan sekonyol dulu” demikian kata Nezandi. Hingga...

Antara Laut, Langit dan Perahukecilku

Aku lupa, sudah berapa lama meninggalkan pulau terakhir, tempat aku menambah bekal pelayaran sekarang ini. Hanya yang kuingat, langit begitu cerah dan burung-burung camar masih bertengger di tiang layar ketika aku melepas sauh. Ombak bersahabat. Aku dan  perahukecilku keukeuh berlayar menuju garis pertemuan antara laut dan langit. Di sana! di ujung telunjukku. Tak terhitung lagi pulau yang sudah...

Tut… Tut…Tut… Tuhan

“Halo… Halo… Siapa ini?” “Ini saya.” “Saya siapa?” “Saya. Apakah ini Tuhan?” “Tuhan… Tuhan… Ini hantu!” “Saya tanya serius, apakah ini Tuhan?” “Ini hantu!” Tut… Tut… Tut… Panggilan diputus dari seberang. Lagi-lagi nomor yang tidak aku kenal. Sebenarnya apa maunya orang-orang ini? Ketika kucoba menelpon balik, ternyata nomor itu sudah non-aktif. Aneh. Makin hari makin...

KESEDIHAN SEORANG PENULIS

AKU bertanya kepadanya kira-kira seperti ini: bagaimana rasanya dibeli oleh Saipul? Ia menjawab senang saja. Aku tentu saja sudah bisa menebak, siapa saja yang dibeli oleh Saipul akan merasa gembira sepenuh hati. Kalau sudah begini, maka ia akan dipakai oleh Saipul sampai habis. Setelah habis digunakan, dirinya akan dikirim ke salah seorang teman Saipul, Gangga namanya, untuk dinikmati. Lantas...

Mencintai Kamar Mandi

Sebagai lelaki yang tak bisa tidur selama dua puluh empat  jam penuh dalam sehari, aku menjadi lelaki pencinta kamar mandi. Menjadi lelaki yang suka menghabiskan banyak waktu di kamar mandi. Menjadi lelaki yang tak banyak memikirkan sesutu selain di dalam kamar mandi. Menjadi lelaki yang tak suka berbicara sendiri selain dalam kamar mandi. Tak perlu diperkenalkan secara rinci seperti apa sosok...

PENEMUAN BANDAR

  Bandar melahirkan sebuah penemuan baru: dunia tanpa Tuhan. Kita tak pernah tahu bagaimana bisa bujangan itu menciptakan dunia tersebut, tapi kita tahu bahwa dunia tanpa Tuhan berada di balik salah satu pintu di dalam rumahnya. Penemuan itu Bandar umumkan melalui Koran Negara edisi 21 Mei 20xx. Salah satu paragraf di kolom pengumuman itu berbunyi, “Kau bisa membangun dunia itu sesuka hati...

BIOSKOP

“Dulu menonton bioskop tidak semembosankan hari ini. Sekarang anak-anak muda datang berbondong ke bioskop dengan lampu-lampu. Membawa berbagai makanan, lalu menggandeng pasangan mereka. Tapi, tidak ada yang seistimewa di zaman kakek dulu,” tutur kakekku sore itu. Tidak biasanya Kakek Rusdi menyinggung-nyinggung soal bioskop. Beliau senang sekali bercerita tentang masa-masa peperangan...

PELIKNYA KEHIDUPAN SAYA

Saya besar dan dilahirkan dalam peliknya kota kecil, jauh dari jangkauan orangtua. Sebab Bapak saya istrinya 3, sehat-sehat semua. Ibu istri pertama. Dan sebenarnya masih cantik. Saya dan ibu saya menjual pakaian di pasar. Rumah kami dikasih Bapak memang dekat pasar. Ibu saya cuma ada waktu istirahat dari pukul 22.00 sampai 23.59 wib. Hal ini terus berlanjut sampai saya memutuskan untuk berangkat...

EPISODE CINTA SEORANG LELAKI

Apakah cinta bisa diibaratkan dengan bunga; yang tumbuh, melewati waktu untuk berproses, hingga berkembang menjadi sesuatu yang indah? Sedari mula berjumpa, tiada terasa istimewa hati Rino kala menatap Dinara. Ketika nyaris saban hari mereka berjumpa, barulah lelaki itu merasakan hal tak biasa. Pesona sang gadis laksana ditebarkan khusus kepadanya. Rino maupun Dinara acapkali saling mencuri...

Wanita Malang Bertamu Tengah Malam

            Aku berhenti menulis karena belum menemukan akhir cerita yang kuanggap pas. Aku mengamati koleksi gambar yang kupajang di dinding kamar. Tak berselang lama samar-samar seperti kudengar suara ketukan di pintu rumahku. Seketika kulihat jam, pukul 23.50. Siapa yang bertamu tengah malam begini? Aku bangkit dan beranjak menuju ruang depan. Begitu pintu kubuka, aku melihat seorang wanita...