CategoryCerita Pendek

Lebah-lebah Lind

UNSPLASH.COM Di ruangan itu hanya ada Tom dan Lind. Angin sepoi-sepoi mengantarkan harum bunga pekarangan masuk melalui jendela. Harum bunga yang seakan mampu mengundang lebah-lebah ikut serta dalam percakapan mereka.     “Aku baru saja membayarkan uang muka rumah itu.” “Jadi kau akan tinggal di sana?” “Bagaimana menurutmu?” “Kau tak akan betah” “Kalau begitu kau tinggal bersamaku” “Kita tidak...

MENGUSIR SYEKH DARI KAMPUNG

unsplash.com         Wajah bersih, tatapan benderang. Jubah putih, kopiah berwarna sama. Begitulah penampilan Muhammad Al Ghifari setiap hari. Ia terlihat soleh, dan tampak sangat alim dengan jenggot tipis memenuhi dagu petaknya. Semakin lengkap penampilannya karena ucapannya selalu teduh,  fasih mengutif Quran dan Hadits.  Setiap kali berbicara selalu memulai dengan kata “subahannalloh”, atau...

Laki-laki yang Menolak Dijebloskan ke Neraka

“Cepat masuk!” “Tidak.” “Sekali lagi kuperintahkan, cepat masuk!” “Tidak. Sampai kapan pun aku tidak akan mengikuti perintahmu.” Begitulah. Perdebatan itu tak kunjung menemukan pangkal ujungnya. Si malaikat penjaga pintu neraka terus mendesak lelaki itu untuk segera masuk ke neraka. Sedangkan lelaki bernama Marsus itu tetap teguh dengan pendiriannya, bahwa dirinya tidak layak jadi penghuni neraka...

Sepotong Paha Ayam yang Hangus

UNSPLASH.COM Seharusnya malam ini, aku dapat meredam suara riuh perutku. Perutku yang sudah sejak tadi pagi merintih ingin segera didengar suaranya terpaksa harus bersabar. Lantaran tahu jika majikannya tidak sanggup memenuhi haknya dengan sengaja. Perutku meluap-luap, meletup-letup, berjingkrak-jingkrk, dan pelbagai usaha lain yang ia lakukan untuk menarik perhatianku—sebagai majikannya. Yang...

Tidur Terbaik

Malam ini aku harus menginap di rumah sakit demi menunggui mertuaku yang kini sedang menjalani opname. Sebenarnya sudah kali kedua ini aku menjaga beliau, tapi tak tahu kenapa rasa-rasanya aku malas berangkat. Rasanya kepalaku penuh dengan urusan pekerjaan yang sedang di ujung tanduk. Tapi, mengingat aku sudah menganggap mertua seperti orang tua kandung sendiri, apa pun kondisiku, aku harus...

Ketika Kau Mendengar

Kau mungkin tetap bisa berpikir ketika membaca, sementara ruangan di mana kau duduk berisi suara-suara yang melebihi kapasitas telingamu mampu mendengar dengan jelas. Tetapi hal yang sama sangat sulit untuk bisa kau lakukan ketika menulis, meskipun seandainya sepasang telingamu telah tersumpal dengan alat peredam suara dari luar, sehingga kau hanya mendengarkan satu suara yang berasal dari lagu...

Haiku Lelaki

Segelas kopi pagi-pagi Membuka hari menggulung mimpi Cerita pun dimulai. Aku terkapar. Seluruh persendian terasa sakit. Sangat sakit. Mungkin saja semalam aku salah tidur. Tetapi tidak biasanya menjadi sakit yang luar biasa. Aku telah terbiasa tidur dengan salah. Dan memang telah mencoba menghilangkan kata ‘salah’ dalam sejarah hidupku. Sebab rasa salah justru akan memuat manusia tersiksa. Sulit...

TATAPAN DARI ATAS RANJANG

                Mata bulat besar yang teronggok di atas ranjang berkain putih menatap nyalang, seperti harimau kelaparan di sudut hutan paling dalam, tidak, itu bukan mata raja hutan, itu mata setan yang menunggu korban dan ingin merasukinya, mengambil wajahnya, tangannya, kakinya untuk dibawa berjalan, berlari dan menari yang tak mungkin bisa dilakukan oleh tangan dan kaki lemah terbungkus...

Cara Terbaik Mengatasi Patah Hati

           Mengumpan mantan kekasihmu dan membiarkannya dimangsa beruang merah bisa jadi adalah salah satu cara melupakan sekaligus memusnahkannya. Tapi kalau kau kemudian hanya berakhir nelangsa di kamar hostel di suatu negri yang asing sambil tertindih kenangan, maka yang sebaiknya kau lakukan adalah beranjak dan menikmati udara segar.           Untuk itulah aku beranjak dan menyingkap tirai...

REQUIEM

Hari itu tanggal 26 Juni, dan musim panas baru saja berlangsung. Dalam kurun waktu kurang dari dua belas jam, tempat itu sudah sesak oleh lusinan manusia dan karangan bunga yang berderet di sepanjang dinding-dinding kosong. Setelah memberi penghormatan terakhir, Lilah memilih menepi sembari menatap luar jendela, menyadari jejak embun yang bertempias pada bingkai-bingkai kaca, dan entah mengapa...