mm

AuthorMOHAMAD BAIHAQI ALKAWY

Mohamad Baihaqi Alkawy, Lahir di Toro Penujak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Mei 1991. Banyak menulis puisi dan esai. Tulisan-tulisannya tersiar di Media Indonesia, Indo Pos, Suara Merdeka, Suara Karya, Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat, Bali Post, Koran Kampung, Lampung Post, Minggu Pagi, Riau Pos, JogloSemar, Radar Surabaya, Sinar Harapan, Banjarmasin Post, Warta Bahari, Lombok Post, Suara NTB, Radar Lombok, Radar Mandalika, Buletin Egaliter, Jurnal Santarang, Jurnal Cordova, Majalah Sagang, Buletin Egaliter, dan Buletin Kappas. Juga Tersimpan dalam Buku Antologi 22 Penyair NTB, Dari Takhalli sampai Temaram (2012), Antologi Penyair Nusantara, Indonesia dalam Titik 13 (2013), Negeri Poci 5 (2014), Kembang Mata (2015). Salah satu cerpennya berhasil masuk antologi Lelaki Purnama dan Wanita Penunggu Taman (2012). Bukunya berhasil terbit Antologi Esai Tuan Guru Menulis, Masyarakat Membaca (2014).

Melawan Hoaks lewat Pendidikan Sastra

unsplash.com Kita tengah menghadapi tsunami hoaks yang berdampak besar bagi cara berpikir sehari-hari. Benturan informasi menyebabkan perpecahan. Pintu konflik semakin menganga. Setiap orang dan kelompoknya memercayai informasi lantaran sesuai dengan emosi masing-masing. Parahnya, dunia pendidikan kita sudah dikepung wabah hoaks dan ujaran kebencian. Bahkan tak sedikit tenaga pendidik mudah...

PUISI-PUISI MOHAMAD BAIHAQI ALKAWY; LELAKI MEMOTONG TANGANNYA SENDIRI

lelaki memotong tangannya sendiri lelaki duduk gontai menunggu si empu datang dibawa kabar dari arah suara aur pojok dusun yang tergusur parang di pegang aur ditebang ambin didirikan lelaki dengan kitab suci ajaran yang dibicarakan di tiap perigi membuka halaman cerita dan kenangan di kaki cuaca menganga ke langit yang mau pecah ia memotong tangan tapi parangnya tersangkut di sisa aur daun yang...