Catatan Tutup Tahun 2025
Memasuki tahun 2026 ini, berarti media kesayangan kita semua, janang.id sudah memasuki usia 7 tahun, waktu yang lumayan panjang untuk bertahan di tengah maraknya media sejenis. Meski belakangan janang.id sempat terseok dan beberapa kali tutup, semangat untuk memberikan bacaan kepada pembaca masih senantiasa kami jaga. Kami senantiasa berupaya menghadirkan bacaan, tanpa memasang adsense, tujuannya semata-mata agar pembaca kami dapat nyaman dalam menikmati kurasi kami.
Beruntung, kami tidak sendiri. Ada kawan-kawan penulis baik yang sudah malang melintang di media maupun penulis-penulis baru yang menyapa kami di badan email. Tak hanya penulis, kami juga dibantu oleh musisi/label yang sejak Agustus 2024 ikut meramaikan media ini. Kiriman press release dari musisi/label kami olah untuk kami tayangkan ke hadapan pembaca, baik di instagram maupun di website resmi.
Meskipun, tidak semua juga yang berhasil kami terbitkan sebagai berita, namun, bahan-bahan yang mereka kirim –termasuk kiriman para penulis senantiasa kami jadikan ke dalam arsip. Perlu di awal kami sebutkan, untuk pemuatan naskah, kami sudah berupaya agar media ini bisa lebih mensejahterakan penulis, dengan pemberian fee yang pantas, namun, hal itu belum bisa kami lakukan. Tetap saja, sejak Agustus 2024 pula, kami baru bisa memberikan honor sebesar Rp.20.000,- untuk penayangan naskah puisi dan cerpen, sedangkan untuk naskah lain mohon maaf, belum bisa kami berikan honor. Pemuatan baru sebatas pemuatan belaka, semoga suatu saat bisa kami upayakan.
Kami mengarsipkan keseluuruhan kiriman naskah yang masuk. Pada tahun 2025, kami menerima sekitar 177 kiriman naskah puisi, 200 kiriman naskah cerpen, 7 kiriman naskah resensi, 47 kiriman naskah opini, 20 kiriman naskah esai, dan 2 kiriman naskah musik.

Instagram: janang.id
Januari, 2025
Pada bulan Januari 2025 kami menerima kiriman 6 naskah puisi, 6 naskah cerpen, dan 1 naskah resensi. Pada tanggal 19 Januari 2025, kami menerbitkan naskah puisi karya Ade Faulina. Hanya naskah milik Ade Faulina yang berhasil tayang pada bulan Januari, 2025.

Instagram: janang.id
Februari, 2025
Pada bulan Februari 2025 kami menerima kiriman 5 naskah puisi dan 5 naskah cerpen. pada tanggal 09 Februari 2025, kami menerbitkan cerpen berjudul “Pelajaran Menjahit” karya Yeni Kartikasari dan menerbitkan puisi-puisi karya Moch Aldy MA.

Instagram: janang.id
Maret, 2025
Pada bulan Maret 2025 kami menerima kiriman 8 naskah puisi, 1 naskah cerpen, dan 2 naskah esai. Pada tanggal 02 Maret 2025, kami menayangkan cerpen berjudul “Sella” karya Minanto. Rubrik puisi libur pada bulan Maret ini.

Instagram: janang.id
April, 2025
Pada bulan April 2025, kami menerima 11 kiriman naskah puisi, 4 kiriman naskah cerpen, dan 1 kiriman naskah esai. Pada tanggal 27 April 2025, kami menerbitkan puisi karya Daeng Karra dan menerbitkan cerpen berjudul “Keresahan Kamim Akhirnya Hilang” karya Elok Cahyaningtyas.

Instagram: janang.id
Mei, 2025
Barangkali karena salah satu konten seorang influencer di media sosial meledak, kami lumayan senang dengan kebanjiran kiriman naskah pada bulan Mei. Pada bulan Mei 2025, kami menerima 30 kiriman naskah puisi, 26 kiriman naskah cerpen, 15 kiriman naskah opini, dan 2 kiriman naskah musik. Sayangya, belum banyak opini/esai yang menarik perhatian redaktur.
Pada bulan Mei 2025 ini, kami menerbitkan puisi-puisi Dafrika Doni, A.Farhan, Seruni Unie dan Adit Febrian. Kami juga menerbitkan “Kolam” karya Alda Muhsi, “Polisi Tanpa Nama” karya Taring, “Ucok” karya Laivina Gebryel Barus, dan “Kemasan Asa” karya Gefira Nur Fauzia.

Instagram: janang.id
Juni, 2025
Pada bulan Juni 2025, kami menerima 19 kiriman naskah puisi, 31 kiriman naskah cerpen, 10 kiriman naskah opini, 3 kiriman naskah musik, dan 3 kiriman naskah resensi. Kami menerbitkan cerita pendek karya Syafri Arifuddin Maser, Gracia Asriningsih, Noor Muchammad Farchan, dan Rizki Amir. Kami juga menerbitkan puisi-puisi karya Palito, Hidayatul Ulum, Ain Qistina, dan Dhiyaa. N

Instagram: janang.id
Juli, 2025
Pada bulan Juli 2025, kami menerima 8 kiriman naskah puisi, 23 kiriman naskah cerpen, 8 kiriman naskah opini, 3 kiriman naskah musik, dan 1 kiriman naskah resensi. Serta ada satu kiriman cerita bergambar.
Pada bulan Juli ini, kami menerbitkan puisi karya Sindi Putri Oktafiana dan IRZI. Untuk cerpen, ada “Marni” karya Abbiyah Kamilah dan “Soal Matematika” karya Maywin Dwi Asmara.

Instagram: janang.id
Agustus, 2025
“Tukang Becak” karya Intan Andaru dan “Tukang Seblak” karya Salsa Maulida merupakan cerpen yang tayang pada bulan Agustus. Untuk rubrik puisi, ada karya Maulidan Rahman Siregar, Riska Widiana dan Bulan Maharani. Total naskah yang masuk pada bulan Agustus, ada 29 naskah. 11 naskah puisi, 14 naskah cerpen, dan 4 naskah esai.

Instagram: janang.id
September, 2025
Pada bulan September 2025, kami menerima 6 kiriman naskah puisi, 10 kiriman naskah cerpen, dan 5 kiriman naskah esai. Pada 27 September 2025, kami menerbitkan puisi karya Rio Fitra SY, sementara rubrik cerpen tidak memuat naskah apapun.

Instagram: janang.id
Oktober, 2025
Pada bulan Oktober 2025, kami menerbitkan cerpen berjudul “Serambi Masjid Kami yang Kotor” karya Heri Hailing dan menerbitkan puisi-puisi karya Salman Alade. Bulan Oktober kami kebanjiran kiriman naskah lagi, di mana ada sekitar 39 kiriman naskah puisi, 47 kiriman naskah cerpen, 4 kiriman naskah opini, 4 kiriman naskah esai, dan 1 kiriman naskah esai.

Instagram: janang.id
November, 2025
Pada bulan November 2025, kami menerima sekitar 53 kiriman naskah. Kami menerbitkan puisi-puisi karya Cyprianus Bitin Berek, M.K. Gotansyah dan Yusuf Idin Adhar. Kami juga menerbitkan cerpen “Manusia Pohon Beringin” karya Abdi Galih, “Rani” karya Maulidan Rahman Siregar dan “Satu Sesi Percakapan” karya Amelia Azira.

Instagram: janang.id
Desember, 2025
Kami kehilangan semangat menerbitkan karya yang masuk karena duka mendalam atas musibah ekologi yang menimpa tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Berdasarkan laporan yang kami terima, untuk tahun 2025 ini, puisi yang paling banyak mendapat pembaca adalah puisi milik Rio Fitra SY dan cerpen yang paling banyak mendapat pembaca adalah cerpen milik Intan Andaru
Catatatan
Meski masih banyak kekurangan di sana-sini, janang.id akan tetap berupaya menghadirkan bacaan kepada pembaca. Tahun 2026 ini, setelah usaha penerbitan JANANG MAGAZINE gagal, kami akan berupaya memberikan hal baik bagi pembaca. Rencananya, mulai tahun ini, kami akan membukukan cerpen-cerpen terbaik yang berhasil kami muat.
Kami merasai bahwa banyak naskah yang berasal dari lingkup pertemanan –terutama naskah esai / opini, yang cenderung menawarkan naskah-naskah yang relatif sama. Kami juga merasai banyak penulis –terutama penulis pemula yang masih harus terus belajar bagaimana menempatkan media.(*)












