Menu

Mode Gelap
Api Prometheus I Cerpen – Aldi Rijansah Puisi Ngadi Nugroho Asmara yang Tidak Diakali Waktu Puisi Maulidan Rahman Siregar Puisi Ilham Wahyudi

Puisi · 4 Jan 2026 20:53 WIB ·

Puisi Hafifah Harahap


 wikiart.org Perbesar

wikiart.org

Sunyi Belenggu

Perempuankah sebagaimana lahir
Dia menjadi pilar atas manusia di bumi
Perempuankah sebagaimana hidup
Dia menjadi objek akan prilaku
Perempuankah sebagaimana mati
Dia menjadi kenangan tanpa peristiwa
Padahal dia hidup dengan penuh gairah
Namun hening menyertai hidupnya
Padahal dia hidup dengan penuh mimpi
Namun berhenti karena konstruksi sosial
Padahal dia hanya ingin bahagia
Namun belenggu menyertainya
Ia tak memohon dimuliakan,
hanya ingin diakui sebagai dirinya.
Ia tak meminta dipuja,
hanya ingin hidup tanpa prasangka.
Karena perempuan,…
bukan sekadar kata benda,
melainkan makna yang terus dicari.

Lekat

Kukecup…erat mataku tak berani menatap
Erat…dalam…lembut…
Tetap kau balas, dan tidak melepaskan pelukan
Basah… aku berhenti
Kau hanya tersenyum, namun pilu sekali
Tak apa… kau tepuk punggungku
Kepalaku seberat batu, hanya menunduk ke jengjang lehermu
Kuhirup aroma khasmu
Oi, waktunya makan siang! Teriak
Aku berdiri dan tersenyum dalam hati
Aaah, kerinduan itu… masih lekat

Hasrat

Menatap dalam mata itu
Suara hening… hanya hawa tubuhmu di dekapanku
Kubilang, puji aku karena bisa menahan diri
Kau puji.. kerja bagus menyebut namaku
Ting… notif pesan masuk
Kau duduk, melihat, menghela nafas
Aku lelah dengan ini, matamu sayu
Kutadahkan kedua tanganku, meminta rengkulan
Pelukan itu, kesedihan itu, menundukkan kepalaku ke lehermu
Haaah… kupecah hening dengan kata-kata
“aku bukan orang baik”
Kurengkul wajahmu hadapanku, kau hempas
Terjadi….

Bias

Aku dan kekuranganku
Aku dan hinaku
Aku dan dinginku
Aku dan biadabku
Hei… tak apa kau bilang
Di sini diam saja, tak usah bilang apapun..
Kau kujawab ketus… aku ingin sendiri
Menjauh, memohon, berakhir.

Hafifah Harahap, biasa dipanggil Pipa, manusia dengan pelik pikiran yang masih mencari makna di setiap kesempatan.

Artikel ini telah dibaca 88 kali

Baca Lainnya

Puisi Fahrullah

11 January 2026 - 03:01 WIB

Puisi Yusuf Idin Adhar

30 November 2025 - 08:07 WIB

Rene Portocerrero, Dancers via wikiArt.org

Puisi M.K. Gotansyah

25 November 2025 - 00:27 WIB

Helena Almeida, Voar, via WikiArt.org

Puisi Cyprianus Bitin Berek

9 November 2025 - 04:01 WIB

Dymntro Kasvan, Am I Susanna, via WikiArt.org

Puisi Salman Alade

20 October 2025 - 00:31 WIB

Billy Apple, Portrait of The Artist in Drip Dry Suit, 1962 via WikiArt.org

Puisi Rio Fitra SY

27 September 2025 - 19:10 WIB

Edvard Munch, The Lonely Ones, 1935
Trending di Puisi