Menu

Mode Gelap
Api Prometheus I Cerpen – Aldi Rijansah Puisi Ngadi Nugroho Asmara yang Tidak Diakali Waktu Puisi Maulidan Rahman Siregar Puisi Ilham Wahyudi

Puisi · 25 Nov 2025 00:27 WIB ·

Puisi M.K. Gotansyah


 Helena Almeida, Voar, via WikiArt.org Perbesar

Helena Almeida, Voar, via WikiArt.org

Kamis

jika kau tembok, kami adalah bunga
tapi tembok sekarang jadi pagar
pagar jadi rumah
dan rumah berubah jadi negara

negaraku pagar berkawat
lengkungnya tajam dan berkarat
negaraku hasbara
contoh genosida dengan gaji yang setara
negaraku AI-generated
tulis sejarah dengan prompt yang outdated
negaraku 1965
agama yang doa-doanya tak berima
negaraku kelabang melata di dahan patah
tangan-tangan mungil menarik pelatuk lemah
negaraku dalam suara yang menetaskan buih
laut yang ombaknya memisah langit
langit yang gledeknya menyapih tanah
tanah yang tak bisa melahirkan makan siang gratis

jika kau negara, kami adalah bunga
tak pernah lebih mekar dari sebatang pakis
tak pernah lebih merah dari sayatan di lengan
tak pernah lebih harum dari sejarahmu
tak pernah tumbuh, janin yang tak pernah utuh
lahir dan bunuh diri di tanggal yang sama
lahir dan bunuh diri saat negara
berubah jadi pahlawan

jika kau pahlawan
mayat-mayat berenang di sungai
adalah penjahat
jika kau pahlawan
mayat-mayat berserak di depan musala
yang cempreng toanya
adalah penjahat
jika kau pahlawan
mayat-mayat gosong
perempuan-perempuan mati
perempuan-perempuan hidup
adalah penjahat

Jika kau pahlawan, aku adalah penjahat
karena aku membencimu
lebih dari aku membenci diriku
Sendiri

WARYOS vs GHABORES (2008 – 2012)

bangkit dari sela-sela selokan
mimpi-mimpi waryos kembali ke jalan merak
cita-cita yang diarahkan kabar angin
harapan yang diterjemahkan coret-coret dinding beton
meraba-raba apa yang ada di balik dinding
dunia yang jauh dan terpagar
hidup adalah pagar tak berpintu
hidup adalah pintu tak bergembok
kabarkan orang-orang di balik dinding
asap mengepul dari alsut
di tanah ini jelaskan silsilah keluarga
di tanah ini jelaskan bedeng triplek
di tanah ini jelaskan lapangan futsal tak bergawang
di tanah ini jelaskan gang bau eek kucing
di tanah ini waryos jelaskan dirinya sendiri
bukan soal siapa yang menang tapi siapa yang tetap hidup
walau menara menuding langit
menyalahkan hujan yang terlalu asam
menyesalkan awan yang terlalu encer
waryos akan hidup seribu tahun lagi
dan seribu tahun berikutnya lagi

Drag Race Abang Ojek Online

abang
aku udah nggak kuat abang
aku mimisan sebelum pulang abang
pilek dihajar decolgen 2 strip abang
aku kedinginan abang
setiap abang nerobos lampu merah bang
kendaraan merangkak seperti kelabang
mengkhayalkan padang masyhar yang lapang
kenapa lewat sana bang
nggak usah sok paham jalan tikus bang
banting setir di pengkolan paling lengang
ngebut paling romantis di jalan pulang
tabrakan paling gokil di jalur kasih sayang
abang cuma butuh cinta abang
thank you nadim makarim!

M.K. Gotansyah, penyair dan musisi. Bukunya yang telah terbit, Gang ke Gang (Penerbit Ramu, 2025)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Puisi Yusuf Idin Adhar

30 November 2025 - 08:07 WIB

Rene Portocerrero, Dancers via wikiArt.org

Puisi Cyprianus Bitin Berek

9 November 2025 - 04:01 WIB

Dymntro Kasvan, Am I Susanna, via WikiArt.org

Puisi Salman Alade

20 October 2025 - 00:31 WIB

Billy Apple, Portrait of The Artist in Drip Dry Suit, 1962 via WikiArt.org

Puisi Rio Fitra SY

27 September 2025 - 19:10 WIB

Edvard Munch, The Lonely Ones, 1935

Puisi Riska Widiana

24 August 2025 - 05:53 WIB

WikiArt.org

Puisi Bulan Maharani

10 August 2025 - 14:30 WIB

WikiArt.org
Trending di Puisi